What's Wrong With These People?
- Feb 2, 2019
- 3 min read

Kenapa sih kebebasan berekspresi itu harus identik sama hal-hal yang menyalahi aturan? Kenapa juga kebebasan berekspresi itu harus identik sama kekerasan, kata-kata kasar, dan perilaku yang ga sopan?
Katanya biar apa adanya. Jadi kalo tabiatnya udah kasar, ga bisa jadi baik. Soalnya kalo baik jadi pencitraan dan kalo kasar itu berarti bebas berekspresi.
Bilangnya berkata kasar supaya didengar
Bilangnya karena kata kata kasarnya dia didengar dan dituruti
Waktu dikritik untuk sopan dia ngelak
Tapi dia marah kalo orang yang dikritik ngelak juga
Oiya, kan harus bebas berekspresi ga boleh ada yang batesin
Ini lagi ngomongin RUU musik yang lagi gempar nowadays gara gara satu musisi yang katanya membela musisi musisi lainnya dengan menjadi pahlawan pembawa aspirasi para musisi
Dia bilang lebih baik kehilangan fans dibanding kehilangan Bali
Katanya itu caranya dia dalam mengkritik dan bebas berekspresi
Banyak orang orang yang ga tau dia pada awalnya, tapi banyak juga netizen netizen yang sabar membalas komentar orang orang yang ga tau dia siapa ini dengan prestasi-prestasi orang ini
Sehingga dia menjadi so called sukses di luar negri
Tapi apa caranya benar?
Apa hal itu benar?
Ya dia hanya melakukan hal yang dia jadikan prioritas dalam hidupnya dia, yaitu membela
Membela so called kaumnya, tempatnya, dan secara ga langsung dia sendiri
Karena dia yang biasanya membuat lagu protes (tapi sampai sekarang saya belom denger) dan kalau itu ga boleh ya dia jadi ga bisa berkarya
Bagaimanapun juga yang paling dirugikan sebenernya dia (dan musisi musisi lainnya)
Banyak juga yang bilang dia cari panggung
Tapi langsung ada balasan komentar kalo dia ini ga perlu cari panggung, malah panggungnya yang cari dia
Tapi yang bikin mata sakit adalah komentar netizen yang bilang "duh mulutnya kaya cewek"
Eh so sorry, saya cewek tapi mulutnya ga kasar
Saya cewek tapi ga nyinyir
Itu ga bisa digeneralisir
Sama halnya kaya dia
Dia bilang membela para seniman atau musisi
Eits, ga semua musisi punya interpretasi yang sama dalam bebas berekspresi
Jadi sebenernya yang dibela itu diri sendiri atau para seniman lain?
Harassment ke orang lain, mencibir di media sosial, ngerendahin wanita lagi
Tapi karena itu semua jadi aware sama RUU permusikan
Semua orang jadi paham, oh ini toh yang sedang digodok
Oh ini toh yang sedang diomongin
Oh ini toh dampak dampaknya
Dan it works
It works!
Semua jadi tau pasal 5 isinya apa dan tanggapan para musisi itu apa
Dia itu hanya memberikan strategi marketing untuk diperhatikan
Dia rela menjatuhkan martabat dan harga dirinya or so called "emang gw orangnya begini"
Saya ga tau ya apa iya ada orang yang sejahat dan sehina itu cibirannya? Untuk orang yang so called terkenal di luar negri?
Saya sih agak ga percaya
Karena balik lagi manusia itu pasti ada sisi lembut dan kasarnya
Dengan pikirannya yang logis dan humanis, kayaknya ga mungkin dia akan sebodoh dn sekasar atau se closed minded itu
Sama halnya kaya politisi yang kebetulan almamaternya sama dengan saya.
Dia buat tweet yang bikin gempar akan wiper yang ketutupan photoshop
Dulu tuh dia orang yang dihormati di kampus
Bijak seingat saya
Tapi kok jadi kampungan gini?
Kedua orang ini menunjukkan sifat "ga mau kalah", "ga mau minta maaf", "ga mau mengakui kehebatan orang lain", "kalaupun mengalah, minta maaf, dan mengakui kehebatan orang lain pasti kesannya mencibir"
Semua marketing pasti membidik target market
Apa market di Indonesia sehina itu?
Sampai sampai yang seperti itu yang diperhatikan?
Yang kaya gitu yang viral?
Dan orang baru berbondong bondong membaca peraturan, membaca referensi, membaca apapun yang bisa menyanggah and prove them wrong
Warga Indonesia? What's wrong with us?
Suka dengan perkelahian
Suka dengan pergunjingan
Dan suka ikut campur
Mereka bukan cari panggung
Mereka cari perhatian
Karena kalau mereka jadi orang baik, berkata baik, mereka dianggap pencitraan dan ga diperhatikan
Mesakke bangsaku
Mesakke 2 orang ini
Mungkin lama kelamaan itu mendarah daging dan hal yang dibuat buat menjadi "ya gw begini"
Cara mereka obviously salah
Tapi trend market (masyarakat) bisa jadi begini, siapa yang salah?




Comments